Art Culture 14 May 2021 18:55

Ziarah Wali Songo: Raden Patah

1 tahun yang lalu
Ziarah Wali Songo: Raden Patah Area makam di Belakang Masjid Agung, Demak, Jawa Tengah. // Semua foto diambil sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Sendy A Saputra)

Disclaimer: Seri Ziarah Wali Songo yang tayang di website TRAVELTIMES.ID, Jumat (07/05/2021) - Minggu (16/05/2021), dirangkum dari buku Arsy karya Sendy A Saputra (2019). Segala bentuk penyuntingan dilakukan atas izin penulis. Selamat membaca!

Teks & Foto: Sendy A Saputra / Editor: Agung Rahmadsyah

TRAVELTIMES.ID, JAKARTA - Raden Fatah atau secara perubahan pengucapan menjadi Raden Patah. Penguasa Kerajaan Demak Bintara yang dikisahkan berguru kepada Sunan Ampel dan dinikahkan dengan putrinya, yang bernama Dewi Murtosimah.

Menurut historiografi Jawa, Raden Patah adalah buah hati dari raja Majapahit, bergelar Prabu Brawijaya V, yang bernama Sri Kertawijaya dengan seorang muslimah asal Champa yakni Darawati.

Selain menjadi penguasa Demak Bintara, beliau juga dikenal sebagai seorang negarawan, seniman, ahli hukum, ahli ilmu kemasyarakatan, dan ulama. Raden Patah memang bukan bagian dari 'anggota' Wali Songo. Namun, kedudukannya sebagai salah satu jamaah wali yang ikut berperan dalam gerakan dakwah Islam tidak bisa diabaikan.

Dalam Serat Walisana disebutkan, selain Wali Songo yang berjumlah Sembilan orang, masih terdapat Wali Nukbah yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar dimana-mana. Kata nukbah sendiri merupakan perubahan pengucapan dari nawbah yang berarti wakil atau pengganti.

Untuk itu, dalam ulasan tentang Wali Songo ini, peran Raden Patah tak bisa ditinggalkan begitu saja. Terutama sebagai penyebar agama Islam, penyusunan hukum positif, tradisi keagamaan, sastra, dan seni budaya.

Lihat juga:

1. Ziarah Wali Songo: Syaikh Siti Jenar

2. Ziarah Wali Songo: Sunan Drajat

3. Ziarah Wali Songo: Sunan Kalijaga

Ramainya para peziarah yang tengah mengirimkan doa di depan makam Raden Patah dan keluarga.
Para peziarah yang usai menunaikan ibadah sholat zuhur di Masjid Agung Demak.

 

Saka Guru atau empat pilar utama yang digunakan sebagai penyanggah Masjid Agung Demak. Pilar kiri bawah (Sunan Ampel), pilar kiri atas (Sunan Gunung Jati), pilar kanan atas (Sunan Bonang), dan pilar kanan bawah (Sunan Kalijaga). Dimana keempat pilar tersebut bermakna syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.
Makam Raden Patah yang terbuat dari batu pualam.
Jirat makam Syaikh Maulana Maghribi.
Bedug di Masjid Agung Demak. Dahulu bedug merupakan alat instrumen musik tradisional yang telah digunakan ribuan tahun lalu. Dimana memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik.
Jamu Jun adalah minuman yang terbuat dari berbagai macam rempah-rempah. Dimana dahulu dikonsumsi oleh para wali untuk menjaga stamina tubuh. Saat ini banyak penjual jamu Jun yang menjajakan dagangannya di depan Masjid Agung Demak.

 

 

Berita Lainnya

All article - Bottom