Travel Story 15 May 2021 16:00

Tradisi Pembuatan Parang Kampung Toloa Tidore

1 tahun yang lalu
Tradisi Pembuatan Parang Kampung Toloa Tidore lustrasi. (Foto: Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

Teks & Foto: Dody W / Editor: Agung Rahmadsyah

TRAVELTIMES.ID, JAKARTA - Tidore terkenal sebagai salah satu jalur rempah dunia. Di samping sejarahnya di jalur rempah, di salah satu kampung tua di Tidore, yakni Toloa juga dikenal sebagai pengrajin parang satu-satunya di Maluku Utara.

“Dari dulu semua orang-orang di Maluku Utara memesan parang hanya di Kampung Toloa ini,” ujar Azis Momanda,S.sos, Pemandu Wisata Maluku Utara yang menemani perjalanan selama di Tidore.

Lihat juga:

1. Museum Sumpah Pemuda, Tempat Bersemayam Biola WR Supratman

2. Banyuwangi dan Rayuan Pantai Pulau Merah

3. Gili Air, Sisi Lain Lombok yang Romantis dan Hening

Dalam perjalanan sejarahnya, parang-parang dari Desa Toloa inilah yang digunakan buat melawan pejajah di Maluku Utara di zaman dulu. Kini budaya itu terus turun temurun hingga ke Kahar Muhammad.

Bagi sosok pria kelahiran 1964 ini, parang adalah bagian dari perjuangan Tidore. Selain itu, parang juga dijadikan sebagai penunjang alat-alat pertanian dan babat alas.

Satu hal yang membuat proses pembuatan parang dari Desa Toloa begitu khas adalah menggunakan alat tradisional bernama Duadua.

“Duadua ini fungsinya seperti blower untuk mendorong angin ke api. Jadi dua selongsong pipa ditekan dengan tongkat yang ujungnya dilengkapi dengan bulu ayam,” ujar Kahar.

Duadua ini mampu membuat aliran udara yang dihasilkan konsisten dalam membuat bara api. Sehingga prosesnya pun lebih cepat, dalam sehari Kahar bisa memproduksi 10 parang. Produksi parangnya pun terdiri dari Parang Sanggul, Parang Pando dan Parang Belah. Semua jenis ini punya fungsi masing-masing.

“Jadi kalau Parang Sanggul itu biasanya buat memotong rumput atau tanaman di bawah pohon kelapa. Sedangkan Parang Pando lebih untuk memotong buah kelapa dari pohonnya dan Parang Belah untuk membelah kelapa,” jelas Kahar.

Berita Lainnya

All article - Bottom