Art Culture 9 July 2021 17:33

PHOTO STORY: Entas-Entas, Wujud Penghormatan untuk Leluhur

11 bulan yang lalu
PHOTO STORY: Entas-Entas, Wujud Penghormatan untuk Leluhur Ilustrasi. (Foto: Dody W)

Teks & Foto: Dody W / Editor: Agung Rahmadsyah

TRAVELTIMES.ID, JAWA TIMUR - Entas-entas berasal dari bahasa Jawa yang artinya mengangkat. Tujuan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Tengger untuk memperingati kematian ini adalah, agar arwah dan keluarga yang telah meninggal bisa diangkat sehingga mendapatkan tempat yang lebih baik. Ritual ini juga bisa disebut sebagai ritual penyucian roh leluhur.

Inti dari upacara kematian ini adalah untuk mengembalikan manusia kepada unsur alaminya, yaitu tanah, kayu, air, dan panas. Unsur-unsur tersebut disimbolkan oleh beberapa benda yang disertakan dalam ritual, termasuk boneka Petra yang dipercaya sebagai tempat kembalinya roh.

Boneka tersebut terbuat dari dedaunan dan bunga yang nantinya akan disucikan oleh pemuka adat. Selain boneka, keluarga juga akan menyediakan kulak yaitu wadah bambu berisi beras, kambing putih sebagai kendaraan roh, dan kain panjang yang dibentangkan.

Lihat juga:

Koleksi Free Download

Galeri Photo Story

Seri Ziarah Wali Songo & Pra Wali Songo

Sekilas, entas-entas mirip dengan upacara Ngaben di Bali. Bedanya, yang dibakar di sini adalah boneka sebagai perwujudan keluarga yang telah meninggal.

Upacara entas-entas sendiri biasanya diadakan selama tiga bulan, ketika hari ke-40 atau 1.000 setelah meninggalnya keluarga yang ingin disucikan.

Berikut rangkaian foto Entas-Entas yang berhasil diabadikan oleh tim TRAVELTIMES.ID, saat berada di Desa Ngadiwono, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Berita Lainnya

All article - Bottom