Travel Story 21 July 2021 21:18

Menikmati Pagi di Ranu Kumbolo

11 bulan yang lalu
Menikmati Pagi di Ranu Kumbolo Ranu Kumbolo. (Foto: Dody W)

 

Teks & Foto: Dody W / Editor: Agung Rahmadsyah

TRAVELTIMES.ID, JAKARTA - Menikmati matahari terbit di salah satu danau terindah di Lumajang, bisa jadi pilihan berlibur sembari menghirup udara segar. Ranu Kumbolo, danau di Gunung Semeru yang eksotik dengan fasilitasnya yang semakin lengkap setelah dibangun mushola oleh pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pendakian menuju Ranu Kumbolo dimulai dari pintu Ranu Regulo. Setelah mendapat briefing dari pengelola TNBTS, perjalanan menuju danau ini membutuhkan trekking kurang lebih 4 jam.

Lihat juga:

Koleksi Free Download

Galeri Photo Story

Namun rasa lelah trekking terbayar lunas dengan bentang Ranu Kumbolo yang menawan. Setelah istirahat semalaman, menunggu momen matahari terbit dari tepian danau adalah keharusan. Lasap-lasap bintang yang bertaburan di langit mulai lenyap.

Berganti rona jingga dari balik bukit-bukit dan memberi warna baru pada pagi. Kabut tipis melaju di atas danau, sesekali kabut tersaput sinar matahari dan meninggalkan warna kuning keemasan. Pantas saja, banyak pendaki sudah merasa cukup dengan menikmati pagi di Ranu Kumbolo. Ketimbang mereka melanjutkan perjalanan menuju Mahameru.

Di belakang area kemah, tanjakan cukup tinggi tidak luput jadi tempat berswafoto. Tanjakan yang dijuluki sebagai tanjakan cinta, di mana mitosnya bila mendaki tanpa melihat ke belakang sembari memikirkan seseorang, maka orang yang dipikirkan selama menanjak, akan menjadi jodohnya.

Selepas tanjakan cinta, Puncak Mahameru sudah terlihat. Megahnya puncak Gunung Semeru tentu sebanding dengan pengorbanan yang dilalui. Namun, pilihan lebih bijaknya adalah mengikuti rekomendasi TNBTS. Mendaki Gunung Semeru memang tidak harus selalu mencapai Mahameru.

Berita Lainnya

All article - Bottom