Travel Story 21 July 2021 17:54

Lawang Sewu, Simbol Perjuangan Rakyat Semarang

11 bulan yang lalu
Lawang Sewu, Simbol Perjuangan Rakyat Semarang Lawang Sewu // Ket: Seluruh foto diambil sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. (Foto: Dody W)

Teks & Foto: Dody W / Editor: Agung Rahmadsyah

TRAVELTIMES.ID, JAKARTA - Semburat jingga baru terpancar dari balik Lawang Sewu, landmark kota Semarang yang ikonik. Di seberangnya, Tugu Muda memancarkan rona ungu dan merah jambu secara bergantian.

Tugu Muda bersanding yang melengkapi sisi historis Lawang Sewu. Tugu ini merupakan monumen bersejarah kota Semarang yang dibangun untuk mengenang Pertempuran Lima Hari di Semarang melawan penjajah Jepang.

Lihat juga:

Koleksi Free Download

Galeri Photo Story

Keberadaan Tugu Muda memang erat kaitannya dengan Lawang Sewu. Di Lawang Sewu inilah dulunya tempat pertempuran antara tentara Jepang dan Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) yang berusaha mengambil alih kereta api.

Bangunan yang dibuat pada 1904 dan selesai pada 1907 ini memang fungsi awalnya sebagai kantor perkeretaapian. Itupula yang menyebabkan, kini Lawang Sewu dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia.

Lawang Sewu berarsitektur khas Eropa yang megah. Salah satu ciri khasnya ialah pintu yang tinggi dengan daun pintu yang berlipat. Uniknya satu pintu bisa memiliki daun pintu hingga enam lapis. Inilah yang membuat bangunan ini dinamakan Lawang Sewu, yang memiliki arti seribu pintu. Padahal, menurut data yang didapat setelah pemugaran dilakukan, jumlah pintu di Lawang Sewu tidak sampai seribu.

Soal jumlah pintu, Krisdani yang telah menjadi pemandu sejak tahun 2000, mengatakan jika pernah ada penghitungan jumlah pintu pada 2011. Tepat di tahun tersebut, Lawang Sewu sedang dipugar besar-besaran. "Total dari lima gedung, paling banyak gedung A, gedung utama, karena memang paling besar," ucapnya.

Berita Lainnya

All article - Bottom