Travel Story 22 July 2021 20:21

Kemilau Emas Songket Palembang

11 bulan yang lalu
Kemilau Emas Songket Palembang Songket Palembang. (Foto: Dody W)

Teks & Foto: Dody W / Editor: Agung Rahmadsyah

TRAVELTIMES.ID, JAKARTA - Peninggalan-peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan tidak hanya berupa situs-situs dan prasasti. Denyut kemegahan Kerajaan Sriwijaya masih terasa dalam sehelai kain tenun songket. Kain tenun ini bahkan kerap disebut sebagai ratu kain tenun merujuk pada kemewahan dan keindahan yang terpancar dari songket.

Untuk mencari tahu lebih dalam tentang keistimewaan kain tenun ini pun masih mudah ditemukan di kawasan Jalan Ki Gede Ing Suro. Disini pengrajin-pengrajin kain tenun songket banyak ditemui, bahkan salah satu rumah pengrajin songket yakni Zainal Songket, memiliki museum songket sendiri.

Lihat juga:

Koleksi Free Download

Galeri Photo Story

Koleksi-koleksi kainnya pun sangat lengkap. Bahkan di pintu masuknya, terdapat kain songket motif Lepus Bintang produksi 1757. Kainnya terlihat sudah usang, namun benang emasnya tetap memancarkan kemewahan kain ini.

Kerajinan tenun songket telah dimulai sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Mulanya bahan yang digunakan adalah kulit kayu, kemudian rajutan daun-daunan, dan akhirnya ditanamlah kapas sebagai bahan dasar pembuatan kain tenun.

Pada abad ke-7 sampai abad ke-11 Masehi, Palembang yang dulu merupakan pusat kerajaan Sriwijaya memiliki pelabuhan yang ramai dan menjadi tempat persinggahan dari berbagai budaya seperti bangsa Portugis, India, Srilanka dan China.

Persinggahan budaya tersebut secara tidak langsung mempengaruhi motif dan corak kain songket, terutama China yang memberikan pengaruh warna merah dan keemasan yang kini menjadi ciri khas songket Palembang.

Warna emas memang menjadi ciri khas kain tenun songket. Emas pula yang menjadikan songket terlihat mewah. Pada zaman dulu, kain tenun songket hanya digunakan oleh kalangan bangsawan untuk menunjukan derajat dan kemuliaan pemakainya. Pada motifnya pun memiliki ciri khas-ciri khas tersendiri.

Motif hias songket Palembang biasanya berbentuk geometris atau berupa aplikasi flora dan fauna yang memiliki perlambangan yang baik. Misalnya saja motif bunga melati, bunga mawar, bunga cengkeh, dan bunga tanjung yang harum melambangkan kesucian, keanggunan, rezeki, dan segala kebaikan lain.

Motif lain yang biasanya terdapat pada songket Palembang yaitu motif nago betarung, tabur limar, cantik manis (cempuk), lepus berakam, kenango makan ulet, bungo cino, bungo intan, bungo jepang, bungo pacik, biji pare, nampan perak, pulir, bintang kayu apuy, bintang berante, tigo negeri, dan lain-lain.

Berita Lainnya

All article - Bottom