Travel Story 31 August 2021 12:27

Jejak Masa Kecil Bung Hatta di Bukittinggi

1 tahun yang lalu
Jejak Masa Kecil Bung Hatta di Bukittinggi Jejak perjalanan Bung Hatta (foto : Dody W)

Teks : Agung Rahmadsyah, Foto: Dody W

TRAVELTIMES.ID, JAWA BARAT - Bukittinggi adalah sebuah kawasan yang menyimpan beragam pesona, mulai dari panorama alam, kuliner, hingga aspek sejarahnya. Kota yang pada masa zaman kolonial Belanda dinamai Fort De Kock ini, juga menjadi saksi perjalanan seorang tokoh sentral dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta.

Bagi sobat pesona yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah, mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatera Barat adalah hal yang tak boleh dilewatkan. Karena di sini, sobat pesona dapat mendapatkan gambaran kehidupan masa kecil pria kelahiran Fort De Kock 12 Agustus 1902 hingga ia berusia 11 tahun. Karena selepas itu, Bung Hatta melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO) kota Padang, hingga ke Handels Hogeschool di Rotterdam.

Meski hanya sebelas tahun, rumah tersebut menjadi sangat penting bagi pembentukan karakter aktivis partai politik tersebut. Di rumah itulah, ia belajar kedisiplinan, kesederhanaan, kasih sayang, dan menjaga integritas.

Rumah Bung Hatta masa kecil, didirikan sekitar tahun 1860-an dengan menggunakan struktur kayu yang terdiri dari bangunan utama, pavilion, lumbung padi, dapur, dan kandang kuda. Bangunan utama berfungsi untuk menerima tamu, ruang makan keluarga, dan kamar ibu, paman, dan kakek Bung Hatta. Sedangkan pavilion berfungsi sebagai kamar tidur Bung Hatta.

Sebenarnya, rumah asli tempat Bung Hatta dilahirkan sudah runtuh pada tahun 1960-an, tetapi atas gagasan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, maka rumah tersebut dibangun ulang. Penelitian pembangunan ulang dimulai pada November 1994 dan dimulai pada tanggal 15 Januari 1995. Rumah ini diresmikan pada tanggal 12 Agustus 1995, bertepatan dengan hari lahir Bung Hatta sekaligus dalam rangka merayakan 50 tahun Indonesia Merdeka.

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dibangun mengikuti bentuk aslinya, hal ini dapat disaksikan dalam memoir Bung Hatta ataupun berbagai dokumentasi milik keluarga Bung Hatta. Sebagian besar perabotan di dalam rumah masih asli dari peninggalan masa kecil Bung Hatta yang diperoleh dari keluarga dan kerabat, begitupun tata letak perabotan tersebut masih dipertahankan di tempat asalnya. Bahkan sepeda ontel yang dulu sering Bung Hatta gunakan, masih tersimpan di kamarnya yang terletak di paviliun belakang bangunan utama.

Selain sebagai sebuah rumah bersejarah, secara umum museum yang sangat teratata dan terawat ini juga dapat menggambarkan dan menceritakan suasana tentang situasi sosial dan kehidupan masyarakat di Bukittinggi pada saat itu.

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta sangat dekat dengan jantung Kota Bukittinggi, sobat pesona hanya perlu waktu 15 menit berjalan kaki dari kawasan Jam Gadang. Sehingga sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi untuk masuk ke Museum yang beroperasi sejak pukul 08.00-17.00 WIB ini, sama sekali tidak dikenakan biaya. Namun sebaiknya sobat pesona berikan sumbangan seikhlasnya ke pihak pengelola museum.

Nah, agar bisa segera merasakan langsung keseruan di Bukittinggi, kita harus disiplin mematuhi protokol kesehatan 6M, mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker dengan benar, membatasi mobilitas, menghindari makan bersama, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun.

Berita Lainnya

All article - Bottom