Event 1 September 2021 11:00

Desa Wisata Apar, Magnet di Sisi Pesisir Pariaman

9 bulan yang lalu
Desa Wisata Apar, Magnet di Sisi Pesisir Pariaman Apar Mangrove (Foto : Dody W)

Teks : Agung Rahmadsyah / Foto : Dody W

TRAVELTIMES.ID, SUMATERA BARAT - Pandemi Covid-19 membuat tren pariwisata dunia berubah drastis, sebagai langkah adaptasi untuk menghadapi situasi kini Pemerintah Indonesia fokus mengembangkan desa wisata yang merupakan bagian dari konsep pariwisata berkelanjutan.

Di desa wisata, para wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang menarik seperti mendekatkan diri dengan alam dan kehidupan warga lokal, hingga menikmati potensi yang ada di dalamnya.

Hal inilah yang mendasari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) gencar mengajak masyarakat untuk mengembangkan desa wisata, salah satunya melalui ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, dengan harapan menggerakan ekonomi desa secara berkeadilan sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa guna meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat pasca pandemi covid 19.

Saat ini ADWI 2021 sudah sampai pada tahap visitasi oleh dewan juri terhadap 50 Besar Desa Wisata Indonesia Bangkit dengan meninjau dan menilai secara langsung 7 kategori penilaian yaitu; Homestay, Toilet, Souvenir, Digitalisasi Desa, CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment), Konten Kreatif, dan Daya Tarik Wisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, bersama dewan juri memilih Desa Wisata Apar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, sebagai desa wisata pertama yang dikunjungi dan dinilai. Tak hanya itu, Sumatera Barat merupakan provinsi pendaftar desa wisata terbanyak di ADWI sejumlah 231 desa dari 19 kabupaten dan kota yang mendaftar. Dari target 700 desa wisata, ternyata ADWI 2021 menarik minat 1.831 desa wisata.

"Kita bisa lihat Desa Wisata Apar Kota Pariaman, betapa besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari pantainya yang indah dan bersih, track mangrove, konservasi penyu, juga yang tidak kalah menarik adalah STIB (Sekolah Tinggi Ilmu Baruak)," kata Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat (27/08/2021).

Desa Wisata Apar adalah desa wisata yang terletak di Kota Pariaman, Sumatera Barat dengan konsep alam, budaya dan kearifan lokal. Desa Wisata Apar menyajikan berbagai macam destinasi seperti hutan mangrove seluas 11 hektare yang dilengkapi dengan fasilitas tracking, gazebo insta spot, menelusuri hutan mangrove dengan perahu kano, dan menara pandang untuk menyaksikan hewan-hewan yang ada di dalamnya.

Tak hanya itu saja desa wisata yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Padang atau dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam ini, juga memiliki hamparan pantai berpasir putih nan bersih, sunset yang indah, spot surfing, dan areal konservasi penyu sisik dan penyu hijau.

Keunikan lain Desa Wisata Apar adalah aktraksi beruk di Sekolah Tinggi Ilmu Baruak (STIB), di mana wisatawan bisa menyaksikan Beruk memetik buah kelapa tua dan muda langsung dari pohonnya sesuai perintah pengajarnya, kemudian diberikan kepada wisatawan.

Untuk sektor kuliner, Desa Wisata Apar dikenal dengan produk olahan buah mangrove menjadi minuman dan makanan hingga varian menu ikan yang dikeringkan.

Nah, agar bisa segera merasakan langsung keseruan di Desa Wisata Apar, kita harus disiolin mematuhi protokol kesehatan 6M, mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker dengan benar, membatasi mobilitas, menghindari makan bersama, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun.

Berita Lainnya

All article - Bottom