News 3 October 2021 00:00

To Experience, To See & To Buy di Desa Wisata Taman Sari Banyuwangi

8 bulan yang lalu
To Experience, To See & To Buy di Desa Wisata Taman Sari Banyuwangi Tarian tradisional Banyuwang

Teks : Issa Abdul Bari / Foto: Kartika Dirgantara

TRAVELTIMES.ID, JAWA TIMUR - Desa Wisata Tamansari di Banyuwangi, Jawa Timur merupakan sebuah desa yang terletak di bagian barat kota Banyuwangi, tepatnya sekitar 24 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Desa Wisata yang berbasis smart kampung ini sudah dibentuk sejak awal tahun 2016. Potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Wisata Tamansari antara lain adalah hasil kerjasama antara pemerintahan desa dengan masyarakatnya. Adapun potensi Desa Wisata Tamansari yaitu  wisata alam, UMKM dan budaya.

Keseluruhan potensi wisata, ekonomi kreatif dan budaya yang dimiliki oleh Desa Wisata Tamansari di Banyuwangi ini diharap bisa membawa kebanggaan sekaligus kesejahteraan bagi masyarakatnya. Hal ini juga ditegaskan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke Desa Wisata Tamansari.

"Kita harapkan masyarakat desa di Banyuwangi semakin semangat untuk menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Pariwisata ini hanya penunjang, yang akan menjadi pilar dan menopang kehidupan di sini adalah budayanya. Jadi orang-orang datang ke sini untuk merasakan (budaya), to experience, to see, and to buy," ungkapnya.
Berikut inilah berbagai potensi yang dimiliki Desa Wisata Tamansari yang siap layani wisatawan yang ingin merasakan (to experience), menikmati/melihat (to see) dan membeli (to buy).

To Experience:
Mencicipi Gethuk Lindri
Jalan-jalan ke Desa Wisata Tamansari akan terasa semakin sempurna jika travel mania menikmati pesona wisatanya sambal menyicipi langsung camilan khas setempat yakni Gethuk Lindri. Dalam seporsi Gethuk Lindri ini travel mania sudah akan mendapatkan Cenil, Gethuk, Klepon, ‘Urug-urug’, Kue Putu dan ‘Uceng-uceng’. Dengan porsi sebesar itu wisatawan hanya perlu membayar sebesar Rp10.000,- sampai dengan Rp15.000,- saja.

To See:
Sendang Seruni
Segar dan jernih itulah mungkin dua kesan pertama yang terlintas di pikiran saat merasakan langsung pengalaman berjalan hingga mencapai Sendang Seruni. Panorama pemandian Sendang Seruni, menurut nenek moyang setempat dahulunya adalah sumber mata air yang disebut sumber Seruni karena dikelilingi oleh hutan dengan tanaman bunga ‘Seruni’. Dan menurut cerita dahulu, lokasi ini pernah dijadikan sebagai pemandian oleh para bidadari, sehingga masyarakat Osing setempat menyebutnya dengan nama ‘Sendang’. Sehingga akhirnya dinamakan Sendang Seruni sampai sekarang.

Taman Gandrung Terakota
Usut punya usut, pembuatan Taman Gandrung Terakota terinspirasi dari Terracotta Warrior and Horses di Tiongkok yang dibangun pada masa Kaisar Qin Shi Huang (259-210 SM). Penataannya melibatkan kurator seni rupa dari Galeri Nasional Indonesia sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr Suwarno Wisetrotomo.
Taman Gandrung Terakota tidak hanya menyajikan deretan patung-patung penari gandrung yang khas dari Banyuwangi, karena memasuki area taman ini, travel mania akan dipertontonkan juga bukit hijau dan hamparan sawah, pemandangan para petani membajak sawah, kebun kopi, pohon-pohon durian, beraneka jenis bambu dan tanaman endemik setempat.

To Buy:
Omah Kopi Ijen
Berkunjung ke Kawasan Desa Wisata Tamansari tak akan terasa lengkap jika tidak membeli lima jenis kopi terbaik khas kawasan ini sebagai buah tangan. Lima jenis kopi yang dimaksud yaitu Kopi Ijen Robusta, Kopi Ijen Arabica, Espresso Osing Blend, Telemung Robusta dan Telemung Ekselsa.
Kopi-kopi ini dapat dibeli dengan harga yang bervariasi mulai dari yang termurah yakni Telemung Robusta seharga Rp60.000,-/pack ukuran 250 gram hingga yang paling mahal yaitu Ijen Arabica seharga Rp85.000,-/pack ukuran 250 gram.  

Jangan lupa juga untuk selalu patuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak,  menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan menghindari makan bersama agar aktivitas berwisata nanti tetap aman dan nyaman.

Berita Lainnya

All article - Bottom