Lifestyle 14 October 2021 12:15

Jangan Lewatkan Kegiatan Ini Jika Mampir ke Desa Wisata Ranu Pani

8 bulan yang lalu
Jangan Lewatkan Kegiatan Ini Jika Mampir ke Desa Wisata Ranu Pani Danau Ranupani

Teks : Issa Abdul Bari / Foto: Kartika Dirgantara

TRAVELTIMES.ID, JAWA TIMUR - Desa Wisata Ranu Pani yang berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berhasil masuk ke dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Dan tak mengherankan bila sejak berhasil mengukir prestasi tersebut nama Desa Wisata Ranu Pani akan mulai jadi pembicaraan banyak wisatawan. Terlebih desa ini pun sudah cukup dikenal sebelumnya di kalangan para pendaki.

Sebagai titik terakhir pendakian Gunung Semeru, Ranu Pani ternyata tak hanya sekedar menawarkan udara dingin yang menusuk saja, melainkan juga menawarkan berbagai potensi serta daya tarik wisata yang saying sekali untuk dilewatkan.

Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saja melayangkan pujiannya untuk Ranu Pani, saat dirinya mengunjungi desa wisata ini beberapa waktu lalu.

“Saya sangat berkesan, kagum dan bukan hanya alam dan budaya tapi fasilitasnya juga mumpuni, toiletnya bersih, juga warganya sangat ramah, saya ingin mengajak masyarakat untuk berwisata #diRanu Paniaja,” terangnya.
Tentu saja bukan tanpa alasan Menparekraf memuji Ranu Pani, berikut ini adalah berbagai daya tarik wisata yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Desa Wisata Ranu Pani.

Danau Ranu Pani
Nama Ranu Pani sebenarnya merupakan nama danau yang menjadi ikon dari Desa Wisata Ranu Pani, Lumajang, Jawa Timur. Danau indah ini merupakan salah satu danau dengan lokasi tertinggi di Indonesia yaitu di posisi 2.100 mdpl dan memiliki suhu air yang sangat dingin mencapai 14 derajat celcius.
Selain Ranu Pani, masih ada beberapa danau lain yang lokasinya berdekatan yakni Ranu Regulo, Ranu Tompe, Ranu Darungan dan Ranu Kumbolo. Ranu sendiri berarti danau yang berasal dari bahasa Kawi.

Sewa Kendaraan Jeep Kanvas
Salah satu cara terbaik menikmati momen menuju ke Ranu Pani adalah dengan menyewa kendaraan Jeep dari kota Malang maupun Tumpang. Satu Jeep dengan tipe Hartop 4x4 ini bisa menampung antara 3 sampai 6 orang penumpang duduk dengan menerapkan protokol kesehatan.
Kendaraan yang sering disebut juga Jeep Kanvas ini memang sangat identik dengan pariwisata di sekitaran Gunung Semeru. Sehingga berfoto dengan latar Jeep akan menjadi salah satu pose foto wajib bagi Sobat Wisata yang menyewanya.
Untuk perjalanan dari kota Malang menuju ke Ranu Pani biaya sewa akan dikenakan sekitar Rp1,4 juta – Rp1,8 juta sementara untuk rute Tumpang ke Ranu Pani dihargai sekitar Rp1,2 juta sampai Rp1,4 juta.

Berkuda
Kawasan Desa Wisata Ranu Pani memang tidak terlalu besar akan tetapi kondisi jalan yang diselingi turunan dan tanjakan tentu agak menguras tenaga jika harus dilalui berjalan kaki. Salah satu solusi yang ditawarkan masyarakat di Ranu Pani dan sekitarnya adalah dengan horse riding atau berkuda.
Dengan berkuda, tentu saja Sobat Pesona akan dapat menikmati hembusan udara dingin dan segar khas Ranupani sambal menikmati pemandangan yang terbentang indah. Harga horse riding di Ranu Pani ini berkisar antara Rp100.000 sampai Rp200.000 untuk melayani rute hingga kembali ke tempat semula. Menarik kan?!

Rumah Budaya
Sebagai Desa Wisata yang dikenal memiliki tradisi budaya yang kuat tentu saja masyarakat Ranu Pani sangat peduli dengan kelestarian budayanya. Beberapa waktu lalu, pihak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ranu Pani menginisiasi pembangunan Rumah Budaya Ranu Pani.
Rumah Budaya yang berdiri kokok dengan arsitektur khas Ranu Pani seakan menjadi ‘rumah’ bagi pengembangan budaya sekaligus proses regenerasi kepada para generasi muda. Rumah Budaya ini berfungsi juga sebagai sanggar tari, sanggar musik, balai pertemuan dan ruang penyambutan tokoh penting.


Mampirlah ke Rumah Budaya ini saat berkunjung ke Ranu Pani dan Sobat Pesona akan bisa menyaksikan langsung proses latihan dari para anak muda Ranu Pani dalam meneruskan tongkat estafet tradisi budaya Ranu Pani.
Sebagai tambahan informasi, Ranu Pani juga dilengkapi dengan Amphitheatre yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Rumah Budaya dan salah satu fungsinya adalah sebagai tempat pertunjukkan budaya Ranu Pani kepada para wisatawan yang hadir.

Jangan lupa juga untuk selalu patuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak,  menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan menghindari makan bersama agar aktivitas berwisata nanti tetap aman dan nyaman.

Berita Lainnya

All article - Bottom